Selasa, 13 Mei 2014

Indonesia Trade Pattern

First of all, I’m going to explain about H-O (Heckscher-Ohlin) theory. According to http://www.nobelprize.org/educational/economic-sciences/trade/ohlin.html, H-O theory explains the trading reasons between countries, this theory assume that every country has its specialization. For example, country A has many technologies, but few labors while country B has many labors, but few technologies. From here, they can exchange their needs by trading. The concept of H-O theory is the international trade could trigger economic growth.
Indonesia trade pattern which uses the H-O theory is likely related to investments. The country use its national wealth as investments to foreigners (other countries), such as lands, capitals and labors. For example, Indonesia makes its labors as an investment to foreigners, such as US.
I will pick the Indonesian textile industry to be analysed. The Indonesian textile industry is definitely competitive in international trade, though the Indonesian people will feel more prestige if they bought any foreign-branded. Take a look at The Executive, Buccheri, Terry Palmer, Edward Forrer, Peter Says Denim, Bagteria and (X)S.M.L. Those brands are kind of familiar to us, right? All of the brands I have written are made in Indonesia and originally from Indonesia. Feel surprised? Don’t be.

Here is the product life cycle that I got from http://www.dineshbakshi.com/images/product%20life%20cycle.jpg, every product will pass every stage in case of trading.



Athilla Meidictine Johanita
1701350235

A Vision to a Strong ASEAN Community

ASEAN Free Trade Agreement have been signed for quite sometime now, Indonesia has one of the largest potential of being one of world's largest economies, due to Indonesia's vast territory there is no doubt that our country is abundant in resources, and being the 4th most populous state in the world gives us an advantage in workforce, if I am Indonesia's trade minister i will emphasize and put this advantage to work. as an example of product life cycle i will take Indonesia's burgeoning Automotive Industry, at first during the development process, there are no profits yet only investment, after that there is the growth process, this signifies our current state of Industry, during the maturity stage demands for our automotive industry will peak and maximum profits is earned and during the late stage the product finally ends its lifetime and demand will drop, signifying that it is time to start a new type of product starting from the development stage
To Build a prosperous and a strong ASEAN as the Indonesian Ministry of finance I will urge cooperation between states and my vision is to make South East Asia a powerhouse for world economy by Specializing countries to emphasize some products than others, Singapore for example is Unchallenged in Services and High tech Industries while Indonesia specializes in manufacturing and assembly of vehicles and agriculture, instead of singapore having its own automotive industry and agriculture and Indonesia having its own high tech industries and services it is better for now in the short term to specialize and maximise profits and at least until Indonesia has reached a Postindustrial level technologies.

Andrean Rendra 
1701350714

H-O Theory dan Product Life-Cycle

     H-O teori adalah perkembangan teori dari model matematika ekuilibrium dalam perdagangan internasional yang dibuat oleh Eli Heckscher dan Bertil Ohlin. Teori ini didasarkan pada teori David Ricardo yaitu Comparative Advantage. H-O teori berpendapat kalu negara-negara akan memproduksi dan mengekspor produk atau sumber daya alam (SDA) yang melimpah di negara tersebut dan cenderung mengimpor produk yang langka di negara tersebut. Dan mereka juga berpendapat kalau perdagangan internasional ditentukan oleh faktor yang menjadi given di negara tersebut.
     
     Dan di Indonesia sendiri, pola perdagangan yang saya analisa menggunakan H-O teori yaitu misalnya Indonesia dengan given seperti banyak tanah-tanah yang masih kosong maka tanah-tanah itu dijual untuk investasi dan perusahaan asing. Sedangkan misalnya Amerika cenderung ke produksi teknologi, maka Amerika mengekspor teknologi mereka misalnya  ke Indonesia. Jadi, ada hubungan timbal balik antar negara-negara yang melakukan perdagangan. Contoh nyatanya teori H-O adalah freeport.

     Selanjutnya yaitu product life-cycle, product life-cycle adalah siklus suatu produk yang dibagi dalam 4 tahap. Yang pertama yaitu introduction, pada tahap ini suatu produk baru muncul dan masih dalam tahap promosi atau pengenalan produk ke publik dan pada tahap ini juga belum ada profit atau keuntungan yang didapat. Yang kedua yaitu growth, pada tahap yang kedua ini masyarakat mulai mengenal produk yang di promosikan, mulai ada dan meningkatnya keuntungan yang didapat. Selain itu, mulai banyak distibutor yang menyalurkan produk tersebut. Selanjutnya yaitu maturity, pada tahap yang ketiga ini produk yang dipasarkan akan semakin menurun pembeliannya dan menetap di satu titik tertentu dan jika suatu perusahaan tidak melakukan sesuatu yang dapat menarik kembali minat konsumen pada produk tersebut makan produk tersebut penjualannya akan semakin menurun dan keuntungan yang didapat juga semakin sedikit. Dan yang terakhir adalah decline, suatu fase dimana konsumen merasa sudah jenuh atau tidak tertarik lagi dengan produk tersebut dan cenderung beralih ke produk yang lain yang lebih menarik.

     Contohnya adalah flashdisk, misalnya perusahaan mengeluarkan produk terbarunya yaitu flasdisk berkapasitas sebesar 2GB, pada saat itu perusahaan sedang melakukan introduction tentang produknya ke masyarakat. Lalu, dalam beberapa bulan, sudah banyak konsumen yang memakai produk perusahaan itu dan keuntungan perusahaan itu meningkat. Setelah itu, dalam jangka beberapa waktu flashdisk 2GB itu pasti akan mengalami tahap maturity atau banyak konsumen yang sudah memilikki produk itu dan penjualan perusahaan tidak sebanyak pada tahap growth dan penualannya menetap di suatu titik. Lalu perusahaan flashdisk itu mengeluarkan lagi produk flashdisk misalnya dengan kapasitas 8GB, lalu berulang lagi product life cycle seperti yang dialami flashdisk dengan kapasitas 2GB. Lalu, kemana flashdiks 2G saat flashdisk 8GB sedang mengalami tahap growth ? flashdisk 2GB mengalami decline, karena mungkin produk tersebut sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan konsumen lagi. Dan efeknya, sekarang jarang ada toko yang mejual flashdisk 2GB.


SITI AMALIAH
1701352820

Teori H-O & Life Cycle



Teori perdagangan internasional adalah teori yang diciptakan oleh Bertil Ohlin dan Eli Heckscher, ekonom yang berasal dari Swedia, teori ini pertama kali muncul di dalam buku Bertil Ohlin yang bejudul “Inter regional and International Trade”.  Eli Heckscher sebenarnya adalah guru dari Bertil  Ohlin yang dimana teori-teorinya berdasarkan dari tulisan-tulisan gurunya, hingga kini, teorinya dikenal dengan istilah teori Heckscher-Ohlin atau disingkat dengan  Teori H-O. Teori H-O muncul karena adanya kelemahan dari teori klasik yang diciptakan oleh David Ricardo, yaitu Comparative Advantage. Comparative Advantage sendiri menjelaskan bahwa perdagangan internasional dapat terjadi karena adanya perbedaan dalam productivity of labor antar negara. Namun teori ini tidak memberikan penjelasan mengenai penyebab perbedaaan produktivitas tersebut. Teori H-O pun muncul dan memberikan penjelasan mengenai penyebab terjadinya perbedaan produktivitas tersebut, yaitu karena adanya jumlah atau proporsi faktor produksi yang dimiliki atau endowment masing-masing negara, sehingga menyebabkan terjadinya perbedaan harga barang yang telah dihasilkan. Oleh karena itu juga teori modern H-O disebut juga sebagai ‘The Proportional Factor Theory”. Dalam analisisnya, teori H-O menggunakan dua kurva. 

Isoquant

Yang dimaksud dengan isoquant adalah kurva yang merupakan tempat kedudukan titik-titik yang menunjukan kombinasi dua factor produksi guna menghasilkan tingkat produksi yang sama. Kurva isoquant memiliki cirri-ciri sama dengan kurva indefferensi dalam teori prilaku konsumen.

Isocost

Isocost adalah kurva yang menunjukan kedudukan dari titik-titik yang menunjukan kombinasi factor produksi yang dibeli oleh produsen dengan sejumlah anggaran tertentu. Kombiniasi pengunaan Ciri-ciri kurva isocost sama dengan budget line atau kurva garis anggaran dalam teori prilaku konsumen.
 
Siklus hidup produk adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk. Seperti halnya dengan manusia, suatu produk juga memiliki siklus atau daur hidup. Menurut Basu Swastha (1984:127-132), daur hidup produk itu di bagi menjadi empat tahap, yaitu :

1. Tahap perkenalan (introduction).

Pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. Promosi yang dilakukan memang harus agfesif dan menitikberatkan pada merek penjual.

2. Tahap pertumbuhan (growth).

            Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya.

3. Tahap kedewasaan (maturity)
.

            Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen maupun laba pengecer mulai turun. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru.

4. Tahap kemunduran (decline)

            Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain:
A.    Memperbarui barang (dalam arti fungsinya).
B.  Meninjau kembali dan memperbaiki progrcm pemasaran serta program produksinya agar lebih efisien.
C.     Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik.
D.    Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada.
E.     Meninggalkan sama sekali barang tersebut.

Mohammad Adityo Purnomo
1701352474 

http://eprints.undip.ac.id/789/1/Model_Perdagangan_HO_Darwanto.pdf
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/01/siklus-hidup-produk-product-life-cycle_28.html

Minggu, 11 Mei 2014

H-O theory and Product Life Cycle

Indonesian as a developing county, that have a abundant resources. But, Indonesian as a developing country do not have technology to support for processing resources. Mostly, Indonesian resources are managed by foreigners. As we see, U.S that have technology, managing Indonesia resources and take the resources to their country. Here we can see, that US have specialization in technology, so the US export the technology to other country because that's their specialization. it's one the example of H-O theory.

So, What is H-O theory? H-O theory said Comparative advantage arises from differences in national factor endowments (land, capital, labour) rather than productivity. H-O theory created by Eli Heckscher (1919) and Bertil Ohlin (1933). They laid the groundwork for substantial developments in the theory of international trade by focusing on the relationships between the composition of countries’ factor endowments and commodity trade patternsas well as the consequences of free trade forthe functional distribution of income within countries. The Conclusion is H-O theory states that countries export those commodities which require, for their production, relatively intensive use of those productive factors found locally in relative abundance. http://www.econ.rochester.edu/people/jones/Palgrave_Jones_on_Heckscher_Ohlin.pdf

So, if we see, Indonesia have so many population that created so many labour that Indonesia have. If we see from national factor endowments, Indonesia have excellence in labour. We always see in television, there's so many our labour that sent to other country, like Malaysia, Philippines, Vietnam and Saudi Arabia. Because our labour is abundant. So, we export the labour to other country. Because in technology, we are scarce on that. We always used technology from other country. Like U.S always export technology because they abundant on that. U.S also have the capital, if we see U.S build so many corporation in many country around the world. Because we can say, a country that have advanced technology, that can rule the world. So, Indonesia export labour commodities and import capital commodities.

What is the Product Life-Cycle Theory? The theory of a product life cycle was first introduced in the 1950s to explain the expected life cycle of a typical product from design to obsolescence, a period divided into the phases of product introduction, product growth, maturity, and decline. The goal of managing a product's life cycle is to maximize its value and profitability at each stage. Life cycle is primarily associated with marketing theory. http://www.inc.com/encyclopedia/product-life-cycle.html
 Thera are four stages in Product Life-Cycle Theory: first, Products introduction. Second, Growth. Third, Maturity and fourth, Decline.






I will choose one Industry, like Apple. In first stage, the company still promoted their products. They promote their products into public so that people know about their products. In this cases, the company don't get any profit from the market. Because they still promoted their products and spending a lot of money to try promoted their products. Second, The products start to growth. In this cases, the company get the profit but not significant. In third cases, the company start get many profit and they try to makes a new product. Example, when Iphone 4 get profit in the market and so many people buy it, Apple try to makes new products like Iphone 5. This is one of the company's strategy to get profit. Because the company see the products is salable in the market and they try to makes a new products to attract the attention of consumers. and the last is, Decline. In this stages, the products is not sold in the market because have been lost with another products. Like Iphone 3 with Iphone 5. Peoples prefer to choose Iphone 5 than Iphone 3. So, Iphone 3 is no longer produced and lost in the market.



Praditya Dewangga
02PD3
1701351862


Senin, 28 April 2014

Absolute Advantage vs. Comparative Advantage

In your opinion, in what way was Ricardo’s law of comparative advantage superior to Smith’s theory of absolute advantage?

                I will begin this topic with each explanation of absolute advantage and comparative advantage. Absolute advantage is the advantage which is earned by a country because of its own specialization and when there’s an extra goods, they’re focusing in it. Absolute advantage uses Labor Theory of Value. For example is Japan produce 6 units of clothing per work day while US produce 12 units and Japan produce 3 units of foods per work day while US produce 4 units. Here’s the table that I got from http://analystnotes.com/cfa-notes-describe-benefits-and-costs-of-international-trade.html:  
 It can be seen from the table that US has the absolute advantage, but if it applicable for all of goods, there will be no international trade. Besides, the Adam Smith’s theory is against mercantilist assumption (because Adam Smith developed the idea of capitalism in his book titled The Wealth of Nations) which gives states positive sum game. Next is comparative advantage by David Ricardo. Comparative advantage supports efficiency by producing more goods with a lower opportunity cost. It doesn’t matter with the absolute advantage of a country, what really matter is the comparative advantage. The system is like this, country A will produce lower cost goods in their country, but if it requires extra cost (more expensive) to process any goods in A, they’d rather import it from others (country B). Here’s a diagram for comparative advantage that I got from http://www.sy-econ.org/sse/sse-ITF-AACA.html:


Conclusion is that comparative advantage is more efficient or superior than absolute advantage cause it is more favorable in the way of amounts, trading and costs. It also keeps the international trade going between countries until now.

Athilla Meidictine Johanita
1701350235

Absolute Advantage VS Comparative Advantage




Absolute Advantage atau keunggulan mutlak adalah kemampuan suatu negara untuk menghasilkan barang atau jasa yang lebih banyak daripada negara lain, dengan menggunakan sumber daya yang sama ataupun dengan produksi barang yang sama. Absolute Advantage ditentukan oleh perbandingan sederhana dari produktivitas tenaga kerja. Dalam Absolute tidak terjadi perdagangan dengan pihak lain. Teori ini berasal dari buku yang berjudul “An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations” yang dibuat oleh Adam Smith tahun 1776. Menurutnya, suatu negara dapat disebut memiliki keunggulan mutlak dari negara lain jika negara tersebut memproduksi barang atau jasa yang tidak dapat diproduksi oleh negara lain.

            Comparative Advantage atau keunggulan komparatif terjadi jika dua negara atau lebih dapat sama-sama beruntung dari perdagangan tersebut. Jika suatu negara secara efisien dalam menghasilkan suatu barang, negara tersebut dapat berdagang dengan negara yang kurang efisien, selama mereka memiliki tingkat perbedaan efisiensi yang relatif besar. Teori ini berawal dari gambaran David Ricardo yang dijelaskan dalam buku “On the Principles of Political Economy and Taxation” pada tahun 1817 dalam sebuah contoh antara Inggris dan Portugal. Menurutnya, perdagangan internasional terjadi bila ada perbedaan keunggulan antarnegara. Ia berpendapat bahwa keunggulan komparatif akan tercapai jika suatu negara mampu memproduksi barang dan jasa lebih banyak dengan biaya yang lebih murah daripada negara lainnya.

Sebagai contoh, Cina dan Jepang sama-sama memproduksi kopi dan teh. Cina mampu memproduksi kopi secara efisien dan dengan biaya yang murah, tetapi tidak mampu memproduksi teh secara efisien dan murah. Sebaliknya, Jepang mampu dalam memproduksi teh secara efisien dan dengan biaya yang murah, tetapi tidak mampu memproduksi kopi secara efisien dan murah. Dengan demikian, Cina memiliki keunggulan dalam memproduksi kopi dan Jepang memiliki keunggulan dalam memproduksi teh. Perdagangan akan saling menguntungkan jika kedua negara bersedia bertukar kopi dan teh. Dalam teori keunggulan komparatif, suatu negara dapat meningkatkan standar kehidupan dan pendapatannya jika negara tersebut melakukan spesialisasi produksi barang atau jasa yang memiliki produktivitas dan efisiensi tinggi.

Tampak kontras perbedaan pada kedua konsep keuntungan diatas. Adam Smith berpendapat bahwa tidak mungkin semua bangsa menjadi kaya secara serentak, jika mengikuti Merkantilisme, karena ekspor dari salah satu negara adalah impor bagi negara tujuan. Bahkan, semua negara akan bisa untung secara serentak jika mereka mempraktekkan perdagangan bebas dan spesialisasi sesuai dengan keuntungan absolut mereka. Smith juga menyatakan bahwa kesejahteraan para bangsa tergantung pada barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia bagi warga negara

Mohammad Adityo Poernomo
1701352474

http://hehemahita.wordpress.com/2011/09/12/ekonomi-internasional-absolute-advantage-vs-comparative-advantage/
http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_keunggulan_mutlak
http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_keunggulan_komparatif